Ternyata orang Indonesia itu kurang saleh!

October 27, 2016 1 comment

Pertama, mohon maaf untuk judulnya yang lebay.

Kedua, beberapa waktu yang lalu saya sempat menulis status (yang disertai screenshot) di Facebook mengenai kesalehan (religiosity) orang Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara mayoritas muslim lainnya berdasarkan survei oleh Hassan (2007). Dalam survei tersebut, Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Mesir termasuk negara muslim yang memiliki komitmen religius yang kuat; lebih kuat dibandingkan Iran, Turki, dan Kazakhstan.

Sayangnya, tidak tersedia informasi untuk publik dari survei ini, termasuk rincian per wilayah di Indonesia.

Namun, kita beruntung karena dalam gelombang terakhir Indonesia Family Life Survey (IFLS5) terdapat dua pertanyaan yang menyasar kepada kesalehan individu, khususnya bagi responden yang mengaku beragama Islam: Read more…

Categories: Islam

Kenapa skripsi seharusnya tidak diwajibkan

September 18, 2016 4 comments

Sebagai satu puncak karya perjuangan mahasiswa di Indonesia, skripsi semestinya menjadi barang yang dibuat dengan sepenuh hati, dipoles terus menerus, dan disajikan dengan penuh rasa bangga. Namun demikian, acap kali saya mendengar (atas jangan-jangan hanya prasangka buruk?) bahwa skripsi kini hanya dilihat sebagai satu syarat kelulusan saja. Konsekuensinya, skripsi yang dipresentasikan saat sidang kadang tidak memenuhi standar minimal yang diharapkan dosen penguji. Jika terjadi demikian, si mahasiswa seakan bermain dadu dan berharap tim penguji yang muncul bukan terdiri dari sekumpulan dosen killer. Read more…

Categories: Ekonomi

Slides paparan hasil survey pengambilan keputusan

May 28, 2016 Leave a comment

Bagi yang tertarik membaca slides paparan hasil survey pengambilan keputusan silakan unduh di sini: survey decision making indonesia.

Bagi yang ingin menonton videonya silakan ke Full video (28 menit). Kalau terlalu panjang, bisa skip dan langsung tonton bagian yang disuka:

Sekali lagi, terima kasih kepada seluruh responden. I really appreciate it!

Categories: Ekonomi

“Keprihatinan bahasa Benedict Anderson” oleh Joss Wibisono

April 23, 2016 Leave a comment

Gatholotjo

Versi awal tulisan ini terbit sebagai kolom pada mingguan Tempo edisi 27 desember 2015 (halaman 131), versi berikutnja nongol sebagai lampiran dalam atjara mengenang Ben Anderson jang diselenggarakan di TIM, Djakarta, tanggal 22 djanuari 2016. Keduanja dalam djudul jang ber-beda2. Karena masih ada sadja gagasan lain, sementara dua kesempatan di atas membatasi pandjangnja tulisan, maka inilah versi ketiga. Paling sedikit beginilah aku memahami bagaimana Oom Ben memprihatini bahasa Indonesia.

Salah satu tjiri chas mendiang Benedict Anderson jang mungkin mendjadikannja terkenal di kalangan generasi muda adalah penolakannja setjara konsisten untuk menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan, EYD. Mingguan Tempo edisi achir tahun 2001 memuat kolomnja jang ditulis dalam Edjaan Suwandi, berdjudul “Beberapa usul demi pembebasan Bahasa Indonesia”, halaman 82-83. Bahkan bisa dikatakan baginja EYD itu tidak ada, sampai saat2 terachirnja ia tetap menggunakan Edjaan Suwandi.

Kolom Ben Anderson di Tempo edisi 31 desember 2001 Kolom Ben Anderson di Tempo edisi 31 desember 2001 Perlu ditegasken di Indonesia sudah berlaku…

View original post 1,859 more words

Categories: Ekonomi

Jejaring cinta

August 3, 2015 Leave a comment

Sebut saja sebuah kisah cinta segi tiga.

Borne menyukai Cinta, namun Cinta ternyata menyukai Rangga. Jika digambarkan dalam bentuk jejaring (network) maka bentuknya kurang lebih seperti ini:

Cinta segi tiga

Cinta segi tiga

Dalam kisah cinta ini, tampak bahwa Rangga adalah tokoh yang memiliki “nilai” atau “ranking” paling tinggi, disusul oleh Cinta, dan Borne di posisi paling mengenaskan :p Namun apa ukurannya? Read more…

Categories: Ekonomi Tags:

Yield SUN (3D)

March 21, 2015 Leave a comment

Yield curve 101

Sudah pernah melihat Gambar 1 ini? Bagi yang pernah belajar dasar-dasar keuangan pasti tahu yield curve yang menggambarkan kaitan antara yield (imbal hasil) dengan time to maturity (waktu jatuh tempo) ini umumnya memiliki slope positif, yang artinya obligasi dengan maturity panjang (25 tahun, 30 tahun) memiliki yield yang lebih tinggi. Buku teks Giuliodori & Mishkin (2013) menyebutkan 3 teori yang menjelaskan kenapa slope ini positif: 1) teori ekspektasi, 2) teori segmentasi pasar, dan 3) teori premi likuiditas. Bagi yang ingin tahu lebih lanjut dari teori-teori ini, silakan google sendiri ya 🙂

Gambar 1: Yield curve SUN

Gambar 1: Yield curve SUN

Sumber: diolah dari http://www.investing.com

Read more…

Categories: Ekonomi Tags: , ,

Rupiah Dihimpit!

March 20, 2015 1 comment

Mata uang dunia rontok
Makin cerahnya perekonomian Amerika Serikat dituding sebagai biang kerok penguatan nilai mata uang dolar Amerika yang berimbas pada melemahnya nilai mata uang negara lain, termasuk Indonesia. Hal ini jelas tampak pada Gambar 1 yang menunjukkan ada 117 negara (dari total 165 negara) yang mata uangnya mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika antara 31 Desember 2014 hingga 19 Maret 2015. Bahkan, tanda-tanda melemahnya mata uang negara-negara di dunia sudah tampak sejak tahun 2014 lalu dimana ada 131 negara—melonjak dari hanya 93 negara pada tahun 2013—yang mata uangnya mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika.

Gambar 1: Perkembangan perubahan nilai tukar mata uang terhadap dolar Amerika

Gambar 1: Perkembangan perubahan nilai tukar mata uang terhadap dolar Amerika

Catatan: sumbu vertikal adalah tingkat depresiasi (makin ke atas makin terdepresiasi) yang diukur dengan persentase perubahan nilai tukar mata uang domestik per dolar Amerika antara 13 Maret 2015 dengan 31 Desember 2014.
Sumber: http://www.xe.com

Read more…

Categories: Ekonomi

Macro UGM website

December 26, 2014 Leave a comment

Salah dua komponen penilaian di kelas Ekonomika Makro 1 saya adalah melakukan presentasi kelompok dan memberikan feedback atas presentasi kelompok lain.

Agar pengetahuan yang didapat selama presentasi maupun memberi komentar tidak menguap begitu saja, ringkasan dari kedua hal itu kini bisa dinikmati secara online di: macrougm.wordpress.com

Enjoy!

Categories: Ekonomi

Koalisi kongkalikong

September 7, 2014 Leave a comment

Dalam rangka:

  1. meramaikan diskusi publik mengenai koalisi parlemen,
  2. mengaktifkan kembali blog ini, dan
  3. mempopulerkan Publications Office FEB UGM,

berikut adalah abstrak dari working paper yang saya publikasikan disini.

Politics as an art of bargaining has gain prominent momentum following the victory of the president-elect Joko Widodo in Indonesia in 2014. This paper estimates the bargaining value of political parties facing two coalitions: the “Thin Coalition” that supports Joko Widodo, and the “Red & White Coalition” that supports Prabowo Subianto, the president candidate from the Gerindra Party. The estimation shows that the Golkar Party is more valuable for the “Red & White Coalition”, making them expensive to be maintained within this coalition. It suggests that the best choice for Golkar is to jump to the “Thin Coalition”, unless the “Red & White Coalition” provides substantial payoff to lure this party.

Kesimpulan diatas didasarkan atas 2 tabel berikut. Perhatikan nilai dari Golkar yang relatif sama pada Table 2 (jika koalisi dengan “Koalisi Ramping”) dan jauh berbeda pada Table 3 (jika koalisi dengan “Koalisi Merah Putih”). Untuk detilnya bisa mengunduh paper ini disini (pdf).

table 2 table 3

 

Misteri hidayah 99 santri

October 15, 2013 Leave a comment

20131014-231928.jpg
Konon di sebuah pondok pesantren di Jawa Timur terdapat 99 santri pilihan yang mengikuti sebuah program khusus dari Sang Kyai. Meski mereka bertemu tiap hari, namun mereka tidak diperbolehkan berkomunikasi satu dengan yang lainnya, dengan cara apapun. Selain itu cermin juga dilarang dalam program khusus pesantren ini.

Suatu hari (hari ke-1) Sang Kyai mengatakan bahwa paling tidak ada 1 dari 99 santri yang mendapat “hidayah” berupa tanda kehitaman di kening mereka. Sang Kyai mengatakan bahwa para santri yang mendapat “hidayah” harus mengasingkan diri dan berguru dengan Syekh Besar di luar pesantren. Sang Kyai langsung meninggalkan pesantren setelah pengumuman dan para santri harus mencari sendiri siapa saja yang mendapat “hidayah”. Hingga hari ke-7 tidak ada satu pun santri yang pergi. Pada hari ke-8, sejumlah santri pergi keluar pesantren. Kenapa begitu? Read more…

Categories: Ekonomi
LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya