Archive

Archive for the ‘Islam’ Category

Kekerasan dan permusuhan agama

May 19, 2017 Leave a comment

(In)toleransi tidak hanya diukur dengan menggunakan survey yang, misalnya, menanyakan ‘perasaan’ jika bertetangga dengan orang yang berbeda etnis. (In)toleransi dapat diukur dengan mencatat insiden yang sesungguhnya. Sebagai contoh, pada tahun 2012 the Pew Research Center’s Forum on Religion & Public Life (“Pew Forum”) merilis social hostilities index (SHI) yang mengukur tindak permusuhan agama, baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Tindak permusuhan ini bisa berupa kekerasan massal/berkelompok maupun intimidasi yang diarahkan kepada kelompok agama atau sekte tertentu. Singkatnya, SHI merupakan indikator tindak intoleran yang sifatnya ekstrem/hard, bukan seperti GTI/GSTI yang sifatnya soft.

Menggunakan 19 sumber informasi utama, baik dari lembaga pemerintah (seperti U.S. State Department) maupun lembaga nonpemerintah (seperti Human Rights Watch), SHI terus diperbarui dan pada tahun 2016 terdapat 198 negara/kawasan yang dicakup dari tahun 2007-2014. Setelah mengeluarkan Democratic Republic of the Congo dan South Sudan (karena tidak adanya data penduduk muslim), terdapat 196 negara/kawasan yang bisa dianalisis. Read more…

Advertisements

Membandingkan tingkat toleransi antarnegara

May 16, 2017 1 comment

Melanjutkan dua tulisan sebelumnya (baca di sini dan di sini), kali ini saya akan membahas dua indeks yang mengukur toleransi dan membandingkan tingkat toleransi di Indonesia dengan negara-negara lain di dunia. Kedua indeks ini telah dipublikasikan di dua jurnal bisnis bereputasi internasional dan data mentahnya sama-sama bersumber dari World Values Survey (WVS).

Indeks pertama (Global Tolerance Index, GTI) dibuat tahun 2008 oleh tiga ekonom dari Elon University, Amerika Serikat. Sementara indeks kedua (Global Social Tolerance Index, GSTI) baru saja diterbitkan tahun 2016 lalu dan ditulis oleh tiga peneliti dari Florida International University dan University of North Carolina at Greensboro, Amerika Serikat. Jika pembaca tidak bisa mengakses artikel dari kedua alamat web tersebut, coba unduh artikelnya di sini dan di sini. Read more…

Mendidik tentang toleransi sejak kecil itu penting!

May 14, 2017 1 comment

Judul yang sangat klise, bukan? Tentu ada banyak faktor yang punya potensi menjelaskan rendahnya toleransi di Indonesia. Misalnya, sejarah pertikaian antargolongan, lemahnya penegakan hukum, dan pendidikan. Namun kali ini saya hanya ingin melihat faktor yang disebut terakhir, terutama terkait dengan penanaman pendidikan toleransi di rumah, dengan melihat data dari World Values Survey (WVS).

Pada rentang 2005-2007 The World Values Survey menyurvey 99 negara, termasuk Indonesia, mengenai berbagai nilai (values) yang dianggap punya dampak pada kehidupan sosial dan politik. Contoh nilai-nilai ini, misalnya, terkait dengan keluarga (jumlah anak ideal, resep keluarga bahagia, …), politik (demokrasi, partai politik, …), dan kehidupan (agama, toleransi, …). Read more…

Potret toleransi beragama di Indonesia

May 12, 2017 4 comments

Frase “politik identitas” sekarang sedang menjadi tren. Perbincangan mengenai topik ini, terutama yang dikaitkan dengan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta lalu, tak jarang yang mengaitkannya dengan toleransi beragama.

Sayangnya, saya jarang melihat argumen yang disampaikan dengan data yang representatif. Untuk mengisi kesenjangan ini, saya ingin menyajikan sekelebat informasi mengenai toleransi di Indonesia berdasarkan survei BPS tahun 2014 mengenai ketahanan nasional. Survei ini menanyakan, diantaranya, tentang sikap terhadap mereka yang berbeda agama: Read more…

Kebhinekaan tradisi Islam di Indonesia

October 29, 2016 Leave a comment

Masih terkait dengan tulisan saya sebelumnya yang memakai data IFLS5, kali ini saya ingin menyoroti persebaran geografis masyarakat muslim di Indonesia berdasarkan tradisi.

Tradisi di sini mengacu pada kedekatan seseorang dengan organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Tepatnya, apakah responden yang dijadikan sampel survei IFLS5 merasa dekat dengan Nahdlatul ‘Ulama (NU), Muhammadiyah, tradisi lainnya (misalnya Nahdlatul Wathan), atau tidak memiliki kedekatan dengan tradisi lokal sama sekali (salafi, Islam abangan?). Read more…

Categories: Islam

Ternyata orang Indonesia itu kurang saleh!

October 27, 2016 1 comment

Pertama, mohon maaf untuk judulnya yang lebay.

Kedua, beberapa waktu yang lalu saya sempat menulis status (yang disertai screenshot) di Facebook mengenai kesalehan (religiosity) orang Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara mayoritas muslim lainnya berdasarkan survei oleh Hassan (2007). Dalam survei tersebut, Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Mesir termasuk negara muslim yang memiliki komitmen religius yang kuat; lebih kuat dibandingkan Iran, Turki, dan Kazakhstan.

Sayangnya, tidak tersedia informasi untuk publik dari survei ini, termasuk rincian per wilayah di Indonesia.

Namun, kita beruntung karena dalam gelombang terakhir Indonesia Family Life Survey (IFLS5) terdapat dua pertanyaan yang menyasar kepada kesalehan individu, khususnya bagi responden yang mengaku beragama Islam: Read more…

Categories: Islam

On the scope and limits of reforming Islam

August 5, 2012 Leave a comment
Categories: Islam

#reform part 3

August 5, 2012 Leave a comment

 part 2 – Lanjut sharing isi buku Radical  karya Tariq Ramadan ah… Yg kmrn kelewat, rangkuman…

Lanjutan cerita Radical  dari Tariq Ramadan berlanjut lagi! Maaf ada jeda lama, (sok) sibuk 🙂 Ringkasan yg lalu

Terakhir kita sudah membahas ttg mazhab Syafi’i, Hanafi, dan sedikit Maqasid. Maqasid sendiri berarti tujuan atau “maksud”. 

Ada 2 jenis “maksud” disini: yg ditentukan oleh Tuhan & yg berdasar dr manusia. Nah disini ada dialektika … 

… dialektika antara maksud Tuhan seperti yg terkandung dlm teks suci dan konteks kehidupan manusia. 

Nah utk tahu maksud/tujuan Tuhan, aliran ini menggabungkan metode induktif ala mazhab Hanafi dg metode deduktif ala mazhab Syafi’i. 

Saya sendiri tdk begitu paham bgmn menggabungkan keduanya itu, yg jelas adalah pentingnya konteks dlm memahami teks suci.

Disini Tariq Ramadan menegaskan berulang2 pentingnya kita mencari apa makna dan tujuan dr apapun yg kita temui di dunia.

Seperti yg sy sebut dl, ulama DAN ilmuwan hrs duduk bersama & setara. Tentu utk urusan ibadah & akidah hak prerogatif ulama an-nusus 

Read more…

Categories: Islam

#reform part 2

August 5, 2012 Leave a comment

Lanjut sharing isi buku Radical  karya Tariq Ramadan ah… Yg kmrn kelewat, rangkuman twitnya ada disini —>

Sebelum mulai berkicau ada baiknya sy kasi sedikit latar belakang pengarangnya: Tariq Ramadan (50) lahir di Swiss tp keturunan Mesir

Dia cucu Hasan al-Banna, tokoh pembaharu Islam asal Mesir abad ke-20, pendiri Ikhwanul Muslimin yg menginspirasi PKS di Indonesia.

Tariq Ramadan skrg jd profesor Islam Kontemporer di Oxford dan menurut Time termasuk 1 dr 7 pemikir agama terbesar abad ke-21.

Jika tweeps pernah lihat videonya, dia sangat santun dlm bertutur kata, pak Beye aja kalah kali ya :p Contoh:  

Oke itu saja dulu pengantarnya. Skrg masuk ke konten, kali ini kita bahas bab 3-6. 

Oya kmrn saya kelewat 1 poin penting: kmrn saya hny sebut bhw ulama & ilmuwan hrs duduk sejajar, tp lupa menyebut kewenangan masing2 

Nah dlm Islam ada konsep yg sifatnya mutlak (immutable) dan ada yg butuh interpretasi sesuai konteks (dinamis, mutaghayyir). 

Read more…

Categories: Islam

#reform part 1

July 29, 2012 Leave a comment

book cover

<— mau berbagi sebagian isi buku  , Radical Reform, sedikit2 ya, soalnya bakalan panjang banget, bersambung sampe besok.

Buku ini mencoba memberi ide ttg Reformasi Islam. Buku ini dibagi 2 bagian: 1) Mengapa perlu ; 2) Bagaimana dilakukan (studi kasus).

Knp perlu ? Dlm Islam reformasi bkn istilah baru, pd abad ke-12 al-Ghazali menyebut perlunya “ihya” (kebangkitan) dlm kajian Islam.

Hadis nabi menyebutkan akan dtgnya para pemikir yg akan menyegarkan pemikiran Islam (tajdid ad-din) tiap sekian ratus thn sekali. 

Tajdid ini mengacu pd teks (Quran & Hadis) dan bersifat evolutif, artinya  akan terjadi secara terus menerus.

Sementara itu, ada jg yg disebut sbg “islah”, yg jg sama2 konsep, tp lebih terkait dg kehidupan sehari2 (hub manusia, politik, dll).

Read more…

Categories: Islam
LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya