Home > Ekonomi, Islam, Politik dan sejarah > Kekerasan dan permusuhan agama

Kekerasan dan permusuhan agama

(In)toleransi tidak hanya diukur dengan menggunakan survey yang, misalnya, menanyakan ‘perasaan’ jika bertetangga dengan orang yang berbeda etnis. (In)toleransi dapat diukur dengan mencatat insiden yang sesungguhnya. Sebagai contoh, pada tahun 2012 the Pew Research Center’s Forum on Religion & Public Life (“Pew Forum”) merilis social hostilities index (SHI) yang mengukur tindak permusuhan agama, baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Tindak permusuhan ini bisa berupa kekerasan massal/berkelompok maupun intimidasi yang diarahkan kepada kelompok agama atau sekte tertentu. Singkatnya, SHI merupakan indikator tindak intoleran yang sifatnya ekstrem/hard, bukan seperti GTI/GSTI yang sifatnya soft.

Menggunakan 19 sumber informasi utama, baik dari lembaga pemerintah (seperti U.S. State Department) maupun lembaga nonpemerintah (seperti Human Rights Watch), SHI terus diperbarui dan pada tahun 2016 terdapat 198 negara/kawasan yang dicakup dari tahun 2007-2014. Setelah mengeluarkan Democratic Republic of the Congo dan South Sudan (karena tidak adanya data penduduk muslim), terdapat 196 negara/kawasan yang bisa dianalisis.

Animated GIF di gambar 1 menunjukkan pergerakan SHI dengan proporsi penduduk muslim per negara per tahun. Seperti biasa, bulatan warna hijau menunjukkan negara mayoritas muslim. Karena data populasi muslim hanya tersedia untuk tahun 2010, maka tiap negara/kawasan hanya bergerak secara horizontal. Garis vertikal merah adalah rata-rata SHI tiap tahunnya.

output_72QIN3

Gambar 1. Social Hostilities Index dan proporsi muslim

Tampak dalam gambar animasi ini bahwa Indonesia konsisten memiliki skor SHI yang sangat tinggi. Artinya, tingkat permusuhan yang berbau agama di negara kita relatif tinggi jika dibandingkan seluruh negara di dunia. Titik nadir Indonesia terjadi pada tahun 2011, hanya satu negara mayoritas muslim (Pakistan) dan tiga negara mayoritas nonmuslim (India, Israel, Russia) yang memiliki skor SHI lebih tinggi dari Indonesia. Insiden berbau agama yang mendapat banyak sorotan pada tahun tersebut adalah pembakaran pesantren di Madura, kerusuhan Ambon, dan tragedi Cikeusik.

Dari 26 indikator yang digunakan untuk mengukur SHI, hanya tujuh indikator yang skornya nol (‘tidak ada permusuhan’) pada tahun 2014 untuk Indonesia. Misalnya indikator permusuhan kepada pemeluk agama Hindu dan Budha dan perang/pertempuran bersenjata yang berbau agama. Namun apabila kita perpanjang cakupannya untuk 2007-2014, akan kita temukan 10 indikator yang selalu bernilai satu (‘ada permusuhan’) di Indonesia:

  • SHI_Q_1_Harassment (Have social groups harassed religious groups?)
  • SHI_Q_1_PropertyDamage (Was property damaged as a result of religious bias?)
  • SHI_Q_1_Displacements (Were individuals displaced from their homes because of religious bias?)
  • SHI_Q_1_harass_Christianity (Social harassment of Christianity)
  • SHI_Q_1_harass_Islam (Social harassment of Islam)
  • SHI_Q_4 (Were Rel[igious]-related terrorist groups active in the country?)
  • SHI_Q_6 (Did violence result from tensions between religious groups?)
  • SHI_Q_8 (Did religious groups try to prevent other religious groups from operating?)
  • SHI_Q_9 (Did violence/threat of violence (as ‘honor killings’) enforce religious norms?)
  • SHI_Q_10 (Were any assaulted/displaced for religious activities offensive to maj[or] faith?)

Selanjutnya, distribusi negara mayoritas muslim maupun nonmuslim terbagi relatif merata pada kelompok 75th percentile (memiliki skor SHI yang tinggi). Namun tidak demikian untuk kelompok di bawah 75th percentile (skor SHI rendah/sedang). Gambar 2 menunjukkan bahwa hanya sedikit negara mayoritas muslim (<20%) yang memiliki skor SHI rendah/sedang (lower than 75th percentile).

shi75_muslim

Gambar 2. Distribusi negara muslim

Sebagai ilustrasi, dari total 148 negara pada tahun 2014 yang skor SHI-nya rendah/sedang (lower than 75th percentile), hanya ada 23 negara yang penduduknya mayoritas muslim (16% di gambar 2 di atas). Namun begitu kita hanya mencari negara dengan skor SHI rendah (lower than 25th percentile), kita dapatkan 42 negara/kawasan dan hanya dua negara mayoritas muslim (Oman dan Sierra Leone) yang masuk pada tahun 2014.

Perlu dicatat bahwa meskipun cakupan data yang digunakan sangat luas, namun hampir seluruh variabel pembentuk SHI jenisnya biner. Misalnya, pertanyaan “Were there deaths motivated by religious bias?” jawabannya hanya ya dan tidak. Artinya, indeks ini tidak sepenuhnya memperhitungkan intensitas konflik atau permusuhan agama yang terjadi. Hal ini mungkin terjadi karena terbatasnya data yang bisa diperbandingkan antarnegara. Pembaca sangat disarankan membaca bagian metodologi dari penelitian ini untuk mengidentifikasi permasalahan metodologis yang (mungkin) muncul. Ingat, “the devil is in the details“.

Terakhir, dalam laporan yang sama, Pew Forum juga membuat Government Restrictions Index (GRI) yang mengukur seberapa besar pemerintah menghalangi kebebasan beragama, yang mungkin akan kita bahas di lain kesempatan.

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya

%d bloggers like this: