Archive

Archive for March, 2017

Memakai citra satelit intensitas cahaya untuk analisis ekonomi

March 28, 2017 Leave a comment

Sebagai ekonom yang sering memakai data sekunder, misalnya hasil survei dari BPS, saya sering mendengar kritik mengenai proses pengambilan datanya. Kadang pula ditemui kritik yang sifatnya ad hominem: selama yang mengeluarkan data dari instansi pemerintah, pasti gak percaya. Apalagi kalau data yang digunakan digunakan sebagai patokan capaian pembangunan, misalnya data PDB.

Dengan mengukur output yang dihasilkan, PDB pada intinya mengukur tingkat kemajuan sebuah perekonomian. Namun selain PDB ada juga ukuran kemajuan yang lain seperti tingkat elektrifikasi (berapa persen rumah tangga yang memiliki akses terhadap listrik), angka harapan hidup, tingkat partisipasi sekolah, dan lain sebagainya.

Nah, untungnya, citra satelit kini bisa digunakan sebagai sumber data yang bisa dibandingkan atau bahkan melengkapi data sekunder terbitan instansi pemerintah. Berbeda dengan data survei yang dilakukan enumerator (manusia), data citra satelit menggunakan teknologi pencitraan optik terbaru yang tentu meminimalkan kesalahan. Kali ini saya akan fokus pada citra satelit yang mengukur intensitas cahaya pada malam hari (nighttime lights intensity).

Nighttime lights intensity

Gambar di atas menunjukkan tingkat intensitas cahaya pada malam hari yang diambil menggunakan satelit pada tahun 2013. Semakin terang, semakin banyak cahaya yang dihasilkan. Diunduh dari NOAA (https://ngdc.noaa.gov/eog/dmsp/downloadV4composites.html), file .tif ini aslinya berukuran 2,8 GB sehingga detil hingga tingkat kecamatan atau bahkan desa pun terekam.

Sebagai contoh, gambar di bawah menunjukkan tingkat intensitas cahaya di Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Iya, rumah saya di sini hehehe…) Lalu kenapa warnanya putih semua? Ya karena hampir seluruh penjuru Kota Yogyakarta terjangkau listrik dengan rata-rata intensitas sebesar 61,8.

Intensitas cahaya di Kelurahan Brontokusuman

Sementara itu, tidak terlalu jauh dari Yogyakarta, terdapat sebuah desa bernama Tlogo Kotes di Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Berbeda dengan Kelurahan Brontokusuman, area di Desa Tlogo Kotes ini kebanyakan berwarna abu-abu. Artinya, intensitas cahayanya relatif rendah, hanya 1,3.

Intensitas cahaya di Desa Tlogo Kotes

Intensitas cahaya di Desa Tlogo Kotes

Lebih menyedihkan lagi saat kita beranjak ke timur Indonesia, tepatnya di Kabupaten Manggarai Timur di mana rata-rata intensitas cahayanya hanya sebesar 0,18. Tujuh dan 343 kali lipat lebih rendah daripada Desa Tlogo Kotes dan Kelurahan Brontokusuman… Tampak juga di gambar di bawah dua area yang tampak terang. Area terang di sebelah barat adalah Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, sedangkan area terang di sebelah tenggara adalah Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada. Baik Ruteng maupun Bajawa memiliki bandar udara yang menghubungkan dengan wilayah lain di Indonesia, terutama dengan Kota Kupang.

Intensitas cahaya di Kabupaten Manggarai Timur

Tidak hanya digunakan sebagai informasi geografis saja, data intensitas cahaya juga bisa dipakai sebagai proksi aktivitas ekonomi. Sebagai contoh, Rohner, Thoenig, & Zilibotti menerbitkan artikel di Journal of Economic Growth tahun 2013 yang memakai data intensitas cahaya sebagai proksi aktivitas ekonomi akibat ketiadaan data PDB pada tingkat county (setara kecamatan). Mereka menemukan bahwa kejadian kekerasan di county yang relatif homogen tidak berdampak pada aktivitas perekonomian.

Night Light Development Index

Tidak hanya berhenti dengan data intensitas cahaya saja, NOAA kemudian menggabungkan data ini dengan kepadatan penduduk yang menghasilkan Night Light Development Index (NLDI). NLDI tersedia di tingkat nasional maupun subnasional. Lalu bagaimana korelasi NLDI dengan data lain di Indonesia?

Untuk saat ini NLDI baru tersedia di tingkat provinsi dan hanya untuk tahun 2006. Korelasi antara NLDI dengan PDRB cukup tinggi -0,70, sedangkan korelasinya dengan tingkat elektrifikasi sebesar -0,69.

Terakhir, NLDI juga bisa digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan dengan kurva Lorenz. Pada tahun 2006, indeks NLDI kita sebesar 0,73, artinya kesenjangan dalam “menikmati listrik/cahaya” masih tinggi (meskipun tidak setinggi Laos, misalnya, yang mendapat skor 0,94).

Menarik ya!

Advertisements
Categories: Ekonomi
LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya