Archive

Archive for January, 2017

Salah kaprah ‘Dengan modal sekecil-kecilnya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya’

January 9, 2017 1 comment

Selain salah kaprah dalam menjelaskan Hukum Say, telah lebih dulu ada kekacauan yang mewabah di pengajaran ilmu ekonomi, yaitu ‘Dengan modal sekecil-kecilnya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya’. Bagaimana penjelasannya?

Istilah (yang salah) ini bermaksud baik, yaitu menjelaskan konsep kelangkaan (scarcity) yang dihadapi manusia. Menurut ekonom mainstream/ortodoks, kelangkaan barang dan jasa memaksa economic agent untuk memilih kombinasi barang dan jasa yang paling optimal. Read more…

Advertisements
Categories: Ekonomi

Salah kaprah menjelaskan Hukum Say

January 8, 2017 1 comment

jean-baptiste_say

Dalam pengajaran ilmu ekonomi, yang kadang diajarkan di tingkat SMA, “Hukum Say (Say’s Law)” sering dijabarkan dengan kalimat “Supply creates its own demand (Penawaran menciptakan permintaannya sendiri)”. Ini adalah penjabaran yang salah kaprah. Kenapa?

Kalimat “Supply creates its own demand” itu tidak pernah dikeluarkan oleh J.B. Say. Alih-alih, J.M. Keynes yang mengatakan ini dalam bukunya The General Theory of Employment, Interest and Money.

Bagi yang belum pernah belajar sejarah ilmu ekonomi, atau sudah lupa, J.M. Keynes ini adalah tokoh yang dikenal karena mencoba menjungkirbalikkan pemikiran ekonom klasik, termasuk diantaranya J.B. Say. Analoginya seperti tokoh agama A yang mempelintir kalimat dalam kitab suci agama B, dengan tujuan agar masyarakat yang masih ragu menjadi tertarik untuk masuk agama A (dan meninggalkan agama B). Jadi jelas bahwa ada konteks yang perlu dipahami dari kalimat ini.

Lantas apa sesungguhnya isi dari Say’s Law itu? Dalam A Treatise on Political Economy (Traité d’économie politique) Say mengatakan:

A product is no sooner created, than it, from that instant, affords a market for other products to the full extent of its own value.[1]

dan

As each of us can only purchase the productions of others with his own productions – as the value we can buy is equal to the value we can produce, the more men can produce, the more they will purchase.

Jika “the more men can produce, the more they will purchase“, lalu kenapa terjadi resesi? Menurut ekonom klasik, hal ini salah satunya karena sebagian perusahaan ‘salah’ memproduksi barang. Dalam artian barang yang dijual/diproduksi tidak sesuai dengan yang diminati konsumen, bukan karena kurangnya permintaan secara agregat dari konsumen.

Walaupun ekonom mainstream saat ini tidak meyakini bahwa Say’s Law ini tepat, namun kita sebagai pembaca sebaiknya tidak gegabah dalam menggunakan sebuah istilah.

Categories: Ekonomi
LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya