Home > Islam > Kebhinekaan tradisi Islam di Indonesia

Kebhinekaan tradisi Islam di Indonesia

Masih terkait dengan tulisan saya sebelumnya yang memakai data IFLS5, kali ini saya ingin menyoroti persebaran geografis masyarakat muslim di Indonesia berdasarkan tradisi.

Tradisi di sini mengacu pada kedekatan seseorang dengan organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Tepatnya, apakah responden yang dijadikan sampel survei IFLS5 merasa dekat dengan Nahdlatul ‘Ulama (NU), Muhammadiyah, tradisi lainnya (misalnya Nahdlatul Wathan), atau tidak memiliki kedekatan dengan tradisi lokal sama sekali (salafi, Islam abangan?).

Sebagai catatan, hanya 14 provinsi yang masuk dalam survei ini (Bali, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara). Artinya, angka yang akan kita lihat tidak merepresentasikan seluruh muslim di Indonesia.

Mayoritas NU

Namun sebelum masuk ke sebaran geografis, mari kita lihat angka keseluruhannya dulu. Tampak bahwa NU merupakan ormas Islam terbesar (66%).

ifls_tradisi_pie

Apabila kita bandingkan dengan data jumlah anggota yang diambil dari halaman NU di Wikipedia, di situ tertulis jumlah anggota sebanyak 85 juta orang atau sekitar 39% dari total warga muslim di Indonesia (sekitar 218 juta orang).

Selisih yang cukup besar ini bisa terjadi kemungkinan karena cakupan wilayah IFLS yang lebih kecil, namun dapat pula terjadi karena faktor lain misalnya akibat kurang transparannya metode pengambilan data yang digunakan dalam referensi yang dikutip Wikipedia. Pembaca yang tertarik mengenai soal jumlah bisa membaca artikel ini.

Kebhinnekaan warga muslim di Indonesia

Oke, terlepas dari kontroversi “berapa banyak jumlah anggota ormas Islam?”, fokus saya kali ini adalah sebaran geografis dari warga muslim di Indonesia. Dari gambar di bawah ini tampak bahwa konsentrasi warga NU berada di Jawa dan Kalimantan Selatan. Sementara itu warga Muhammadiyah mayoritas di DI Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan.

ifls_tradisi

Menarik untuk kita lihat bahwa mereka yang tidak terikat dengan tradisi lokal banyak terkonsentrasi di luar Jawa, kecuali di Jawa Barat. Sementara itu, seperti yang bisa diduga, mereka yang memiliki kedekatan dengan tradisi/ormas lokal selain NU dan Muhammadiyah banyak terdapat di NTB.

sy_muha

Berhubung saya warga Yogyakarta (dan kebetulan dibesarkan dalam tradisi Muhammadiyah), maka saya ingin melihat persebaran warga Muhammadiyah di DI Yogyakarta. Tampak bahwa proporsi warga Muhammadiyah paling banyak terdapat di Gunung Kidul (56%), sedikit di atas Kota Yogyakarta (53%) yang merupakan basis tradisional pergerakan persyarikatan ini.

Memelihara keberagaman dan kedamaian

Beragam dan tersebarnya warga muslim menurut geografis di atas menunjukkan begitu kaya dan uniknya identitas masyarakat Islam di Indonesia. Keunikan dan keberagaman ini seharusnya dilihat sebagai karunia, bukan suatu keburukan.

Apabila perbedaan ini dipersepsikan sebagai suatu kekurangan, atau bahkan keburukan, maka bisa jadi pergesekan antarindividu maupun antarkelompok yang mungkin awalnya bermula dari persoalan nonagama akan mengalami ekskalasi menjadi konflik antaragama. Dan sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Imam Taufiq, dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora sekaligus wakil rektor UIN Walisongo Semarang, konflik yang paling berbahaya di Indonesia adalah konflik yang berlabelkan agama karena terkait dengan keyakinan personal (“janji surga”).

Oleh karena itu, marilah kita bersikap cerdas dan santun dalam berperilaku. Bukankah kata dasar dari “Islam” bermakna “keselamatan”, “berserah diri”, dan “damai”?

Advertisements
Categories: Islam
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya

%d bloggers like this: