Home > Ekonomi > Misteri hidayah 99 santri

Misteri hidayah 99 santri

20131014-231928.jpg
Konon di sebuah pondok pesantren di Jawa Timur terdapat 99 santri pilihan yang mengikuti sebuah program khusus dari Sang Kyai. Meski mereka bertemu tiap hari, namun mereka tidak diperbolehkan berkomunikasi satu dengan yang lainnya, dengan cara apapun. Selain itu cermin juga dilarang dalam program khusus pesantren ini.

Suatu hari (hari ke-1) Sang Kyai mengatakan bahwa paling tidak ada 1 dari 99 santri yang mendapat “hidayah” berupa tanda kehitaman di kening mereka. Sang Kyai mengatakan bahwa para santri yang mendapat “hidayah” harus mengasingkan diri dan berguru dengan Syekh Besar di luar pesantren. Sang Kyai langsung meninggalkan pesantren setelah pengumuman dan para santri harus mencari sendiri siapa saja yang mendapat “hidayah”. Hingga hari ke-7 tidak ada satu pun santri yang pergi. Pada hari ke-8, sejumlah santri pergi keluar pesantren. Kenapa begitu?

Ayo kita mulai dengan kasus paling sederhana: hanya 1 santri yang mendapat “hidayah”. Pada hari pertama, dia tidak melihat santri lain yang berkening hitam, jadi pasti dia sendiri yang mendapat “hidayah”. Maka pada hari pertama itu juga dia langsung keluar pesantren.

Jika ada 2 santri (sebut saja Ahmad dan Bilal) yang mendapat “hidayah”, maka pada hari pertama masing-masing santri yang mendapat “hidayah” melihat ada seorang santri berkening hitam. Jadi mereka diam saja karena Ahmad maupun Bilal tidak bisa saling memberi tahu bahwa mereka berkening hitam. Tepatnya, Ahmad mengira Bilal akan keluar hari itu, sedangkan Bilal mengira Ahmad yang akan keluar. Pada hari kedua Bilal menyadari bahwa Ahmad masih disitu, padahal Bilal hanya melihat 1 santri saja (Ahmad) yang berkening hitam, jadi pasti Bilal juga mendapat “hidayah”! Akibatnya baru pada hari kedua Ahmad dan Bilal pergi meninggalkan pesantren untuk ketemu Syekh Besar.

Nah apabila kita ulangi cerita tadi untuk 8 santri penerima “hidayah” (Ahmad, Bilal, Cholil, Dullah, Eli, Fahrazi, Gufron, Hanif), maka kronologi per harinya adalah sebagai berikut:

  1. Hari ke-1: Ahmad melihat 7 santri berkening hitam dan mengira hanya 7 santri itu saja yang mendapat “hidayah”. Ahmad diam saja dan menunggu.
  2. Hari ke-7: Ahmad mengira ketujuh santri itu akan meninggalkan pesantren pada hari ke-7 ini.
  3. Hari ke-8: Ahmad heran melihat ketujuh santri masih di pesantren. Saat itu juga ia menyadari bahwa dirinya santri ke-8 yang mendapat “hidayah”. Dengan demikian kedelapan santri ini baru meninggalkan pesantren di hari ke-8.

Misteri terpecahkan!

Catatan: terinspirasi dan diadaptasi dari tautan ini –> http://www.science4all.org/le-nguyen-hoang/proof-by-induction/

Advertisements
Categories: Ekonomi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya

%d bloggers like this: