Home > Ekonomi > Game theoretical problem dalam Life of Pi

Game theoretical problem dalam Life of Pi

Cerita “Life of Pi” karya Yann Martel menyajikan petualangan mendebarkan seorang bocah Kanada keturunan India bernama Pi Patel. Setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam, Pi berhasil menyelamatkan diri dalam sebuah sekoci ditemani dengan seekor zebra, seekor orangutan, seekor hyena, dan seekor harimau bengali. Kisah kemudian berlanjut dimana sang hyena lalu memakan zebra dan orangutan, namun hyena ini akhirnya dimakan si harimau bengali hingga akhirnya si bocah Pi tinggal berdua dengan sang harimau dalam sekoci.

Kisah ini menarik karena kita bisa menganalisis dan mengembangkannya dalam model game theory. Pertama, asumsikan bahwa masing-masing pihak punya kekuatan untuk membunuh pihak lainnya dan pihak yang pertama diserang pasti akan mati. Kedua, anggap saja situasi strategis dimulai seusai si hyena habis memakan orangutan dan zebra (sehingga hanya tersisa 3 makhluk: hyena, harimau, dan Pi sang manusia). Ketiga, anggap saja dalam kondisi darurat seperti ini outcome terbaik adalah bertahan hidup.

Dengan begitu maka pertanyaannya adalah apa strategi terbaik bagi si hyena, Pi, maupun sang harimau: diam saja atau membunuh makhluk lainnya? Nah tentunya saat salah satu pihak menyerang pihak lain, maka sang penyerang ini rentan diserang pihak yang lain. Misalnya, jika hyena menyerang Pi, maka si hyena akan rawan diserang oleh harimau.

Jadi apa yang sebaiknya akan dilakukan si hyena, sang harimau, dan Pi?

Untuk memulainya, andaikan saja dulu bahwa hanya ada 2 makhluk—misalnya Pi dan harimau—kira-kira apa yang akan dilakukan? Ya tentunya pilihan terbaik adalah bagi Pi untuk membunuh sang harimau, atau sebaliknya sang harimau yang membunuh Pi. Sehingga strategi terbaik adalah dengan menyerang lawan secepatnya.

life of pi game theoretical

Tapi bagaimana jika ada 3 makhluk seperti di kasus kita? Kalau harimau menyerang Pi maka sang harimau rawan diserang sang hyena. Begitu juga sebaliknya, jika sang hyena menyerang harimau maka si hyena rawan diserang Pi, dan seterusnya. Dengan begitu strategi terbaik adalah dengan diam saja: hyena, Pi, dan harimau tidak mencoba menyerang satu sama lain.

Nah, andai kemudian muncul makhluk keempat, seekor kerbau, apa yang sebaiknya dilakukan masing-masing makhluk ini? Misalnya, si harimau menyerang sang kerbau duluan maka sang harimau ini rawan diserang Pi atau si hyena. Nah tapi ingat dalam kisah 3 makhluk masing-masing pihak tidak akan menyerang satu sama lainnya. Dengan begitu si harimau bisa dengan tenang menyantap si kerbau yang malang tanpa perlu takut disergap Pi maupun si hyena…

Dari cerita diatas kita bisa melihat sebuah pola: 2 makhluk –> cepat-cepatan membunuh satu lawan, 3 makhluk –> damai, 4 makhluk –> cepat-cepatan membunuh satu lawan, dst. Sehingga kita bisa menyimpulkan jika jumlah makhluknya genap maka strategi terbaik adalah dengan cepat-cepatan membunuh satu lawan, namun jika jumlah makhluknya ganjil maka strategi terbaik adalah dengan berdamai 🙂

Problem solved!

Catatan: diadaptasi dan termotivasi oleh kisah singa dan zebra dalam tautan ini –> http://www.science4all.org/le-nguyen-hoang/proof-by-induction/

Advertisements
Categories: Ekonomi Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya

%d bloggers like this: