Home > Fotografi > 5 tips memilih lensa manual

5 tips memilih lensa manual

Lensa manual kini kembali populer. Setelah sempat terpuruk saat revolusi kamera digital pada awal tahun 2000-an, lensa manual kini menemukan induk barunya di kamera-kamera yang masuk kategori mirrorless.

Berbeda dengan DSLR, kamera mirrorless ini lebih ramping karena tidak memakai cermin didalamnya. Contoh kamera mirrorless: Olympus PEN, Panasonic ILC, Sony NEX, Nikon 1, Leica M, Canon EOS M, Samsung NX, dan Fujifilm X-Pro.

Pertanyaannya:

Kenapa baru mencapai puncaknya setelah ada kamera mirrorless? Bukankah tersedianya adapter lensa manual ke body digital harusnya membuat lensa-lensa jadul ini populer dari dulu?

Jawaban singkatnya: meskipun sebagian lensa lama bisa dipakai di body digital, namun ada beberapa jenis lensa lama yang secara teknis mustahil dipasang di body digital. Contohnya, lensa Leica M tidak bisa dipasang di semua bodi DSLR merk apapun. Nah dengan adanya kamera mirrorless, keterbatasan teknis tadi jadi hilang, tinggal beli adapter yang sesuai.

Banyak tips tentang memilih lensa bekas/manual, misalnya disinidisini, dan disini. Biar tidak mengulang-ulang cerita lama, saya ingin fokus di beberapa hal kecil yang kadang terlewat setelah kita menentukan lensa mana yang ingin kita beli.

Pertama, soal “dudukan” atau mount. Meski kini hampir semua lensa lama bisa dipasang di body digital dengan memakai adapter, sebaiknya dipastikan dulu kalau adapter ini ada. Beberapa lensa juga memiliki dudukan yang agak membingungkan, misalnya dudukan M tidak sama dengan dudukan M42 dan tidak sama pula dengan dudukan M39. Kalau si penjual tidak menyebutkan jenis dudukannya, tanyalah. Kalau sudah tahu apa dudukannya, cari di ebay siapa yang jual.

M42 mount

Exakta mount

Meski menawarkan fungsi yang sama (misalnya adapter dari lensa Leica M ke bodi Olympus E-P3), harga adapter bisa bervariasi antara $10 hingga $300. Perbedaan harga yang njomplang ini sebagian disebabkan karena fungsi adapter yang krusial: dia berada diantara lensa dan bodi kamera. Jika sedang sial mendapat adapter yang kualitasnya jelek, lensa anda bisa terkunci dengan adapternya (tidak bisa lepas). Jadi jika anda punya lensa yang harganya $10.000, tentu ada baiknya investasi di adapter yang berkualitas pula.

Adapter murah

Adapter mahal

Ada pula adapter close focus seperti Helicoid yang memungkinkan lensa untuk fokus di jarak yang lebih pendek daripada jarak minimal focus distance aslinya. Hal ini dimungkinkan karena adanya focus ring di adapter jenis ini; jadi focusing via adapter instead of focusing via lensa.

Kedua, soal aperture blade. Pastikan aperture blade berfungsi normal, artinya kalau aperture ring yang ada di lensa diputar maka aperture blade yg didalam lensa jg akan berubah. Ini berbeda dengan lensa digital karena di lensa digital pengaturan aperture semuanya melalui bodi kamera, bukan melalui lensa. Lihat video dibawah ini:

Nah, lensa Olympus OM memiliki keunikan dimana aperture blade hanya responsif jika lensa terpasang di kamera.

Ketiga, soal coating. Meski memiliki karakteristik yang serupa, beberapa lensa memiliki lapisan/coat yang berbeda. Misalnya lensa Voigtlander Nokton 35mm F1.4 memiliki 2 versi: multicoating (MC) dan single coating (SC). Lapisan ini bermanfaat untuk mengurangi pantulan saat kita memotret. Secara umum lensa yang memiliki beberapa lapisan (multicoating atau MC) harganya lebih mahal karena lebih kontras dan tajam. Baca artikel ini untuk penjelasan teknisnya.

MC lens

Keempat, soal perawatan/servis. Banyak lensa jadul yang usianya hampir 100 tahun, karena itu lensa-lensa tua ini kadang perlu mendapat perawatan profesional (biasanya disingkat CLA: clean, lubricate, adjust). Kalau anda berniat membeli lensa lama yang harganya diatas $1000, ada baiknya ditanyakan apakah lensa-lensa ini pernah di-CLA sebelumnya.

Kelima, soal keunikan lensa. Beberapa lensa diproduksi dengan keunikan yang tiada dua. Misalnya, lensa Olympus OM 55mm F1.2 terkenal tidak hanya karena bukaan diafragmanya yang lebar, tapi juga karena adanya unsur radioaktif dalam proses pembuatan lensanya. Foto yang dihasilkan kemudian cenderung “hangat” (tonal kekuningan) akibat degradasi radioaktif ini, yang meski bagi sebagian orang menjadi kelemahan tapi bagian sebagian lainnya menjadi keunggulan. Keunikan lain terkait dengan distorsi. Jika pada umumnya lensa wide menderita distorsi, maka lensa Flektogon 20mm F4 melegenda karena 100% bebas distorsi.

Nah, lima tips diatas tadi bisa memberi gambaran lebih luas tentang bagaimana memilih lensa manual. Tentu saja tips-tips basic seperti tidak adanya jamur/fungus, goresan/scratch, front/backfocus, dan tetek bengek teknis lainnya juga harus diperhatikan. Blusukan di forum fotografi seperti di forum ini juga sangat disarankan biar kita makin tahu tentang lensa yang ingin kita beli.

Terakhir, teliti dan cerewetlah saat mau membeli lensa lama; saya baru-baru ini mengalami nasib buruk membeli lensa bekas di ebay dimana fungsi fokusnya ternyata mati. Meski akhirnya penjual bersedia mengembalikan semua uang yang saya bayar, namun saya mesti keluar ongkos untuk mengirim lensa balik ke dia. Lesson learned!

Mainan baru: Sony NEX 5N + Leica Summicron 90/2

Selamat berburu lensa tua!

Advertisements
Categories: Fotografi Tags: ,
  1. lilac
    March 18, 2013 at 7:18 am

    good

  2. sastrosoegito
    October 16, 2013 at 12:50 am

    sorry, kale lensa sony ned bisa di pasang di body canon gak ya?
    pake adater apa suapaya bisa? thanks…

    • October 16, 2013 at 1:00 am

      Setau saya yg bisa dari lensa canon ke body sony nex

  3. gusti
    June 24, 2014 at 4:19 am

    ada, namanya adaftor nex to Eos…banyak kok di asesoris kamera…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya

%d bloggers like this: