Home > Seni dan budaya > Melbourne sama Canberra bagusan mana?

Melbourne sama Canberra bagusan mana?

Jalur hidup saya memang berkelak-kelok. Saat hampir semua mahasiswa ADS belajar hanya di satu kampus, saya beruntung bisa mengambil program master (international and development economics) di Australian National University di Canberra setelah sebelumnya menyelesaikan program postgraduate diploma (economics) di University of Melbourne.

5986436486_fbbef631d9_z_d

Satu sudut di Melbourne University

8243185937_6c70ef5bda_z_d

Menzies Library: tempat belajar anak gaul ANU

Setelah pindah ke Canberra hampir semua orang bertanya, “bagusan mana, yan, Melbourne atau Canberra?” Biasanya saya jawab kalau Melbourne lebih hidup suasananya, sementara kalau Canberra sepi, tapi kalau soal kualitas akademik mereka serupa. Saya sendiri sebenarnya ingin menjawab lebih panjang, jadi begini jawaban panjangnya.

Kehidupan akademik

Tergantung siapa yang mensurvey, biasanya Melbourne University dan Australian National University yang menempati ranking no 1 di Australia. Jadi kualitas akademiknya relatif seimbang menurut saya.

Meskti begitu, nuansa akademik di Australian National University lebih terasa, thanks to suasana kota Canberra yang sepi dan kampus yang luas. Selain itu di Australian National University ada yang namanya Indonesia Project yang sering mengadakan seminar bertemakan Indonesia (misalnya Indonesia Update) yang menghadirkan tokoh-tokoh ternama dunia, jadi bisa belajar tentang Indonesia dari perspektif global.

Untuk program yang saya ambil, sepertinya tidak bisa dibandingkan apple-to-apple. Waktu di Melbourne saya mengambil ilmu ekonomi (yang dibawah Department of Economics), sementara di Australian National University saya mengambil ilmu ekonomi yang lebih terapan (yang tidak dibawah Department of Economics).

Kehidupan sosial

Nah ini mungkin yang lebih menarik. Tidak ada yang menyangkal kalau kehidupan metropolitan ala Melbourne lebih menarik hati kami-kami mahasiswa rantau daripada Canberra yang sepi. Dengan penduduk yang 10 kali lipat lebih banyak, Melbourne memang lebih berwarna: multikultural, lebih banyak pilihan tempat makan, warung-warung kopi yang enak, dan lebih banyak tempat hiburan. Intinya, Melbourne lebih seru!

Tapi tentu kehidupan sosial tidak terbatas pada sekedar jalan-jalan dan makan-makan. Sebagian besar mahasiswa ADS di Canberra (yang masih lajang terutama) memilih tinggal di on-campus accommodation, dimana kami tinggal se-asrama dengan ratusan orang lainnya. Nah ini uniknya Canberra dibanding Melbourne: mayoritas mahasiswa Melbourne enggan tinggal on-campus karena ongkosnya yang mahal, sementara on-campus accommodation di Canberra tarifnya cenderung lebih murah dan kompetitif.

8153308876_9b8768ffe0_z_d

Toad Hall: akomodasi selama di ANU

Satu hal yang menarik selama setahun tinggal on-campus adalah kentalnya interaksi antarbudaya. Meski secara absolut Melbourne lebih multikultural, namun tinggal on-campus lebih terasa multikulturalnya. Saya, misalnya, tinggal di 1 blok yang berisi 5 orang dari 5 negara berbeda: Indonesia, Bhutan, Bangladesh, Australia, dan Singapura. Kami berlima berbagi kamar mandi, dapur, dan ruang rekreasi (common room). Kami-kami yang berasal dari Asia Tenggara juga cenderung punya selera makan yang sama: suka yang pedas-pedas! Selain itu asrama juga kerap bikin acara bersama, misalnya BBQ bareng, lomba-lomba, academic presentation night buat yang ingin latihan presentasi, dan lain sebagainya. Baru setelah tinggal di asrama inilah saya baru benar-benar merasa seperti mahasiswa rantau: suasana asrama yang akademis plus minimnya godaan yang acap saya temui dulu di Melbourne.

Sungai belakang Toad Hall, tempat galaw alternatif

Akibat menyebarnya tempat tinggal mahasiswa di Melbourne, transportasi umum menjadi sangat penting. Jika Sydney terkenal dengan feri-nya dan Melbourne dengan tram-nya, bagaimana dengan Canberra? Karena mayoritas mahasiswa terkonsentrasi tinggal on-campus jadi angkutan umum jadi tidak terlalu penting, lagipula frekuensi dan jumlah bus di Canberra jauh lebih sedikit daripada di Melbourne. Selain itu jarak antara pusat kota (civic) dengan suburb lumayan jauh, sehingga kebanyakan mahasiswa yang tinggal off-campus lebih memilih memakai mobil. Ini berbeda dengan di Melbourne dimana jarak pusat kota-suburb yang lumayan dekat sehingga mereka lebih suka naik sepeda atau angkutan umum yang tersedia 24 jam.

Biaya hidup

Secara rata-rata biaya hidup di Canberra sedikit lebih tinggi daripada di Melbourne. Untuk potong rambut misalnya: di Melbourne sekali potong (untuk laki-laki) tarifnya paling murah $10, sementara di Canberra paling tidak $25. Karena itu saya dulu lebih memilih memotong rambut sendiri hehehee… Pilihan makanan juga terbatas karena hanya ada sedikit restoran di kota. Ongkos akomodasi juga lebih mahal. Meski begitu, mahasiswa di Canberra mendapat diskon kalau naik angkutan umum (di Melbourne tidak).

Namun jika kita bekerja—ya, mahasiswa seperti kami boleh bekerja part-time—maka rata-rata upah yang ditawarkan di Canberra cenderung lebih tinggi daripada di Melbourne karena lebih “legal”. Maksudnya, banyak dari pekerjaan yang ditawarkan di Melbourne sifatnya “ilegal”, dalam artian kita tidak dicatat secara resmi bekerja oleh kantor pajak, sementara hampir semua pekerjaan di Canberra sifatnya “legal”. Meski upah per jam yang diterima di Melbourne lebih sedikit dibanding jika kita bekerja di Canberra, namun kita bisa bekerja melebihi batas yang disyaratkan (20 jam per minggu kalau tidak salah) karena sifat “ilegal”-nya itu.

6580885435_4968c34c7e_z_d

Flinders St Station: salah satu ikon kota Melbourne

Selain itu, relatif tingginya biaya hidup di Canberra biasanya disiasati dengan lebih sering memasak di rumah. Tentu mahasiswa di Melbourne juga lebih memilih memasak daripada makan di luar, tapi mengingat banyaknya godaan untuk makan di luar jadi yaa… 🙂 Nah, kebetulan kamar saya letaknya tepat didepan dapur, jadi makin tinggi insentif untuk lebih sering memasak hahaha…

Jadi bagusan mana?

Well, kalau tujuannya sekedar jalan-jalan dan menghabiskan waktu tentu Melbourne lebih asik. Meski begitu—kalau kamu suka trekking—di Canberra kita bisa dengan gampang trekking naik bukit yang lokasinya dekat dengan kota (naik sepeda 20 menit dan bisa langsung naik bukit). Lalu kalau tujuannya condong ke akademik tentu Canberra lebih akomodatif (bukan berarti Australian National University lebih berkualitas ya, cuma atmosfer di Canberra lebih mengakomodasi kita untuk belajar). Ah beruntung saya bisa mencicipi dua kota ini selama di Australia!

Advertisements
  1. lilac
    March 18, 2013 at 7:54 am

    wiuw. enak deh. hihi. tempat galaw alternatif_nya mansafff

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya

%d bloggers like this: