Home > Ekonomi > Bank mana yang memiliki risiko sistemik?

Bank mana yang memiliki risiko sistemik?

Hingga beberapa hari lalu, tiap kali saya membaca artikel di koran atau majalah saya selalu membayangkan risiko sistemik itu sama dengan risiko sistematik. Kedua istilah ini kerap muncul di artikel mengenai pasar modal atau sistem perbankan suatu negara. Nah, meski keduanya sama-sama berakar dari kata sistem namun ternyata maknanya berbeda. Jadi apa bedanya?

Sebelum beranjak ke perbedaan makna diantara kedua istilah itu, aturan dasar dalam manajemen portofolio adalah “jangan taruh semua telur dalam satu keranjang”, atau disebut juga diversifikasi aset. Dengan mendiversifikasi aset maka jika ada 1 aset yang harganya jatuh maka dampaknya akan lebih kecil daripada jika semua uang kita investasikan di 1 aset itu saja.

Nah, menurut artikel dari Hansen (2012), risiko sistematik artinya risiko yang bersifat “makro” yang tidak bisa dihindari dengan cara diversifikasi aset. Misalnya, risiko akibat resesi ekonomi, atau risiko akibat pemerintah mengetatkan belanjanya. Risiko-risiko seperti ini mempunyai dampak yang luas termasuk ke para investor.

Sementara risiko sistemik memiliki makna yang lebih “seram”: risiko rusaknya atau disfungsi sistem keuangan. Kalau dalam risiko sistematik sistem keuangan masih berjalan, namun dalam risiko sistemik sistem yang dimaksud sudah lumpuh. Roby Muhamad, pakar jejaring sosial Universitas Indonesia, menulis sebuah artikel singkat yang menarik tentang apa itu risiko sistemik disini.

Berbeda dengan risiko sistematik yang sudah acap diteliti ekonom, misalnya melalui model VAR dan DSGE, studi mengenai risiko sistemik masih sedikit dan lebih sulit. Beberapa orang mengambil contoh bank run–dimana nasabah dengan panik mengambil uang dari bank–sebagai salah satu dampak risiko sistemik. Peneliti lain menganggap “ledakan dari dalam sistem” sebagai potensi risiko sistemik: fondasi sistem keuangan yang rapuh bisa membuat sistem keuangan runtuh. Rumitnya mendefinisikan apa itu risiko sistemik adalah salah satu penyebab kenapa kasus Bank Century menjadi kontroversial.

Kasak-kusuk Bank Century

Saat ini Financial Stability Board (FSB)–lembaga yang mengayomi otoritas sistem keuangan di dunia–berusaha mengelompokkan lembaga keuangan yang, jika gagal, mempunyai potensi risiko sistemik terhadap perekonomian global. Beberapa ukuran yang digunakan untuk mengidentifikasi lembaga keuangan yang berisiko sistemik (systemically important financial institutions, SIFI) antara lain: besar aset, aktivitas global, substitutability (peran bank sebagai market participant sekaligus penyedia jasa keuangan), kompleksitas (nilai derivatif OTC, dll), dan keterkaitan dengan lembaga keuangan lain. Untuk tahun 2012, daftarnya adalah sebagai berikut:

Tidak mengherankan, tidak ada bank dari Indonesia dalam daftar diatas, bahkan bank dari Australia pun tidak ada. Daftar ini terus diperbaiki secara reguler dan lembaga keuangan yang termasuk didalamnya mendapat pengaturan yang lebih ketat (misalnya dengan menaikkan rasio kecukupan modal atau capital requirement). Tambahan rasio kecukupan modal ini dimaksudkan sebagai “hukuman” agar lembaga-lembaga keuangan yang masuk dalam daftar ini tidak sembrono dan memicu terjadinya dampak sistemik. Selain itu, metodologi dalam menentukan siapa yang masuk ke daftar juga dibuat transparan agar lembaga-lembaga keuangan jadi lebih tahu–dan harapannya menjadi lebih berhati-hati–dan bisa menghindar dari risiko sistemik ini.

Tentu pertanyaannya adalah apakah dengan merilis daftar dan menaikkan rasio kecukupan modal sudah cukup untuk mengantisipasi munculnya risiko sistemik? Sayangnya untuk mengetahui sukses tidaknya kita mesti menunggu apakah bakalan ada krisis finansial di masa depan. Ah jangan sampai terjadi lagi!

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya

%d bloggers like this: