Home > Ekonomi > #tesis

#tesis

Salah satu privilege mahasiswa yang belajar di luar negeri—terutama mahasiswa master atau PhD—adalah kesempatan menulis tesis. Setahu saya, ada dua jenis tesis yang bisa diambil mahasiswa pascasarjana:

  • Tesis master
  • Tesis Ph.D (disertasi)

Untuk Ph.D jelas mereka harus menulis “sesuatu” selama masa studinya, “sesuatu” ini bisa artikel yang di-publish di jurnal ilmiah, bisa buku, dan bisa pula serangkaian working paper (artikel ilmiah tapi tidak/belum di-publish di jurnal), tergantung kebijakan masing-masing fakultas.

Nah, untuk tesis master ada sedikit perbedaan. Setahu saya di Australia ada tiga jenis “tesis master” yang ditawarkan (berbeda-beda tergantung program studi yang diambil):

  • Tesis yang “beneran” = setara 4 mata kuliah (mahasiswa master rata-rata mengambil 4 mata kuliah per semesternya). Data yang digunakan juga biasanya data primer, artinya mahasiswa harus terjun ke lapangan untuk mengambil data. Biasanya mahasiswa yang mengambil tesis yang “beneran” seperti ini diharuskan mempresentasikan hasil penelitiannya di konferensi/simposium.
  • Mini tesis = setara 2 mata kuliah. Berbeda dengan tesis diatas, kadang beberapa fakultas hanya meminta mahasiswa untuk membuat proposal penelitian karena terbatasnya waktu untuk pengambilan data di lapangan. Pemakaian data sekunder wajar pula dilakukan disini, jadi mahasiswa hanya memakai data yang sudah ada dalam analisisnya. Presentasi hasil yang dilakukan juga tidak dalam wadah bernama konferensi atau simposium, biasanya hanya didepan anggota fakultas saja.
  • Research essay = setara 1 mata kuliah. Nah ini mungkin jenis “tesis” yang paling sederhana. Hampir bisa dipastikan mahasiswa hanya memakai data sekunder. Proses penulisan pun sangat cepat: waktu efektif hanya 2-3 bulan. Sama seperti mini tesis, presentasi hasil juga hanya dilakukan didepan anggota fakultas.

Tak peduli apa jenis tesis yang diambil, tiap mahasiswa mesti dibimbing oleh paling tidak satu orang anggota fakultas. Mahasiswa yang dibimbing oleh dosen/peneliti “selebritis”—mereka biasanya kerap bepergian keluar kota/negeri—tak jarang kerap “ditelantarkan”. Ini artinya mahasiswa harus mandiri dalam menulis tesisnya.

Nah sepintas tampak bahwa tesis yang beneran jauh lebih berat daripada mini tesis atau research essay. Ini benar jika kita melihat ribetnya mengambil data di lapangan, atau saat harus mempresentasikan hasil penelitian dalam simposium akademik yang terbuka. Namun untuk hal lain belum tentu demikian:

  1. Ada beberapa idle period dalam penulisan tesis yang beneran. Misalnya, mahasiswa harus menunggu berminggu-minggu untuk mendapat persetujuan dari komite etik sebelum mereka terjun ke lapangan.
  2. Mini tesis pada umumnya diambil dalam 2 semester, sementara research essay harus selesai dalam 1 semester. Artinya ada tuntutan waktu yang lebih ketat bagi mereka yang mengambil research essay.
  3. Mahasiswa yang mengambil mini tesis atau research essay biasanya juga mengambil 1-3 mata kuliah lain dalam semester yang sama, sementara mereka yang mengambil tesis beneran bisa fokus di riset saja.

Sebagai penutup, kesempatan menulis dalam bahasa Inggris, dibimbing oleh supervisor kelas dunia (yang kadang memberi kritik yang bikin nyesek), hingga mempresentasikan (baca: memperjuangkan) hasil penelitiannya didepan umum adalah satu kesempatan yang tak terlupakan!

** ditulis pada H-2 deadline pengiriman research essay 10 ribu kata T___T **

Advertisements
Categories: Ekonomi
  1. lilac
    March 18, 2013 at 8:49 am

    wow. ada cerita bergambarnya. hehe

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya

%d bloggers like this: