Archive

Archive for October, 2012

#tesis

October 30, 2012 1 comment

Salah satu privilege mahasiswa yang belajar di luar negeri—terutama mahasiswa master atau PhD—adalah kesempatan menulis tesis. Setahu saya, ada dua jenis tesis yang bisa diambil mahasiswa pascasarjana:

  • Tesis master
  • Tesis Ph.D (disertasi)

Untuk Ph.D jelas mereka harus menulis “sesuatu” selama masa studinya, “sesuatu” ini bisa artikel yang di-publish di jurnal ilmiah, bisa buku, dan bisa pula serangkaian working paper (artikel ilmiah tapi tidak/belum di-publish di jurnal), tergantung kebijakan masing-masing fakultas.

Read more…

Categories: Ekonomi

#AADC

October 27, 2012 Leave a comment

 – Ada Apa Dengan Cinta? with English Subtitles – YouTube 

The charm of AADC lies on Dian Sastro’s smile, Ladya Cheryl’s innocent look, and Nicolas Saputra’s cool face. Kok fisik semua ya? :))

AADC’s strength in cinematography lies on its nice blend between the soundtracks and the scenes. The use of 35mm film makes it even better.

And, of course, AADC became phenomenal because it was launched when the Indonesian cinematography was at its nadir.

Nonetheless, the dialogues in AADC are not so conversational. It’s the unspoken scenes that make it interesting.

Categories: Seni dan budaya

Membidik Orang Miskin (Metodologi)

October 22, 2012 Leave a comment

Melanjutkan seri-seri sebelumnya tentang Membidik Orang Miskin, kali ini saya ingin membagi tentang bagaimana penelitian Vivi Alatas dkk ini dilakukan. Kata kuncinya: randomized control trial (RCT).

Randomized Control Trial

RCT pada mulanya dilakukan oleh para peneliti ilmu pasti, terutama ilmu kedokteran, dimana mereka membagi sampel penelitian (misalnya pasien) secara acak antara mana yang diberi perawatan khusus dan mana yang tidak. Bayangkan perawatan khusus ini adalah obat yang sedang diuji coba. Tujuannya agar ada sampel pembanding yang adil antara mereka (pasien) yang diberi perawatan dan yang tidak diberi perawatan.

Pertanyaan: kenapa mesti dilakukan secara acak? Bayangkan dua kemungkinan ini:

  1. Jika peneliti yang menentukan siapa yang diberi perawatan, bagaimana kita tahu bahwa penentuan ini adil? Bagaimana kita tahu si peneliti tidak pilih kasih?
  2. Begitu pula jika kita serahkan kepada pasien untuk menentukan apakah mereka mau diberi perawatan khusus ini atau tidak. Bagaimana kita tahu dampak dari perawatan ini jika ternyata pasien yang diberi perawatan berperilaku berbeda—misalnya jadi lebih aktif—bukan karena perawatan itu tapi karena ada hal-hal lain (misalnya efek psikologis)?

Nah pembagian sampel secara acak memastikan tiadanya kekhawatiran diatas.

Read more…

Categories: Ekonomi

Membidik Orang Miskin (Ringkasan) – Bagian 2 (terakhir)

October 19, 2012 Leave a comment

Tulisan ini melanjutkan artikel sebelumnya yang diambil dari makalah Vivi Alatas, Abhijit Banerjee, Rema Hanna, Benjamin Olken, dan Julia Tobias Targeting the Poor: Evidence from a Field Experiment in Indonesia yang diterbitkan oleh jurnal terkemuka American Economic Review pada Juni 2012 lalu.

Para peneliti ini menemukan bahwa meskipun ada perbedaan akurasi (dari tiga metode yang dipakai untuk mengidentifikasi siapa yang layak mendapatkan BLT), namun ternyata prediksi dampaknya terhadap tingkat kemiskinan tidak jauh berbeda. Ini bukan berarti akurasi tidak penting, justru sebaliknya, pemerintah mesti memastikan akurasi penerima BLT tanpa mempedulikan metode mana yang dipakai.

Nah, terkait dengan community targeting (dimana masyarakat yang menentukan siapa yang layak mendapat BLT), sebagian pembaca mungkin berprasangka bahwa pejabat/elit desa/dusun bisa mengambil untung. Misalnya dengan memasukkan nama kerabatnya kedalam daftar mereka yang layak menerima BLT. Hasil penelitian menunjukkan sebaliknya: jika Bapak A memiliki hubungan kekerabatan dengan kepala dusun, misalnya, maka kemungkinan Bapak A ini masuk dalam daftar penerima BLT justru kecil! Ini tentu agak melegakan bahwa apa yang banyak diprasangkakan ternyata tidak sepenuhnya benar. Prasangka lain yang kadang muncul namun tidak terbukti adalah adanya diskriminasi atas etnis minoritas dalam menerima BLT.

Kemiskinan subjektif

Peneliti Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM Amelia Meika SSos MA mengatakan bahwa, ’’Seseorang hidup dalam rumah tangga memiliki pendapatan atau pengeluaran per kapita di bawah garis kemiskinan justru tidak membuat seseorang merasa miskin atau tidak miskin.’’

’’Saat mereka berada pada level kesehatan tertentu dan bisa melakukan berbagai kegiatan, maka akan mengganggap dirinya bukan termasuk orang miskin,’’ jelasnya.

Sumber: Mengukur Kemiskinan Butuh Perhatian Cermat 

Read more…

Categories: Ekonomi

Membidik Orang Miskin (Ringkasan) – Bagian 1

October 18, 2012 Leave a comment

Sedikitnya 20 orang warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Senin (21/7), protes kepada kepala desa setempat karena tak ikut diberi bantuan langsung tunai atau BLT.

Menurut salah seorang warga yang protes, Waryan Tian Hidayat (30), para warga juga merasa keberatan karena ada pengalihan penerima BLT yang tak adil. Dia memberikan contoh neneknya sendiri, Tarwi (70) yang kini hanya bisa menggantungkan kehidupan kepada anak dan cucunya. “Nenek saya yang sudah jompo seperti itu masih tidak layak menerima. Jatah BLT nya malah dialihkan ke orang yang lebih mampu,” lanjutnya.

Sumber: Puluhan Warga Protes Tidak Memperoleh BLT

Kacaunya pemberian BLT yang tidak tepat sasaran seperti yang diberitakan di atas adalah salah satu motivasi yang mendorong Vivi Alatas, Abhijit Banerjee, Rema Hanna, Benjamin Olken, dan Julia Tobias menulis artikel mereka yang berjudul Targeting the Poor: Evidence from a Field Experiment in Indonesia yang diterbitkan oleh jurnal terkemuka American Economic Review pada Juni 2012 lalu.

Empat ekonom dan satu pakar politik ini bekerja sama dengan pemerintah dan BPS mensurvey rumah tangga di 640 dusun di Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah dan melakukan eksperimen tentang bagaimana menyalurkan BLT yang tepat sasaran. Survey yang dilakukan relatif cepat: survey pembuka dilakukan Desember 2008 dan survey penutup pada Maret 2009, hanya empat bulan.

Read more…

Categories: Ekonomi

October 14, 2012 Leave a comment
Categories: Seni dan budaya

October 13, 2012 Leave a comment

Flipping through #GraphicCanon Vol. 1

Categories: Seni dan budaya

#GraphicCanon

October 13, 2012 Leave a comment

Oke, mau cerita sikit tentang . Yg mau liat aslinya bisa langsung kesini —>  atau ini

 itu dasarnya dari graphic novel, artinya membuat cerita bergambar yg alur ceritanya diambil dari buku/novel biasa.

Nah knp disebut ? Krn dia hanya mengambil dr sumber2 klasik/canon, misalnya karya2 sufi Rumi, Gilgamesh, Kubilai Khan, etc.

Misalnya, selama ini puisinya Rumi sering hanya dlm bentuk tulisan atau dipentaskan, jarang dibikin seperti komik/graphic.

Nah  ini mengilustrasikan kalimat2 dlm karya2 klasik td. Tentu interpretasinya tergantung si ilustrator: bisa orisinil bisa ga.

Misalnya karya Dante: Inferno, interpretasi di sengaja dibanyakin unsur humornya. Aslinya serem deh, neraka gitu!

Russ Kick, sang editor, mencoba menyeimbangkan antara orisinalitas & unsur menghibur. Bikin baca Gilgamesh dll jd seru, asik! 

Read more…

Categories: Seni dan budaya

#LaTeX

October 10, 2012 Leave a comment

pengen sedikit bercerita tentang , siapa tau racunnya bisa meluas 😀 cc 

sebenarnya bro  yg punya otoritas lebih tinggi buat ngetwit soal  ini, ane curi start ya :p

hal pertama soal : ini BUKAN soal alat kontrasepsi!

 itu software (umumnya free) yg seringnya dipake utk academic writing yg butuh cross-reference.

contoh cross-reference: merujuk ke Tabel atau Gambar -> “… seperti Tabel 10 di bawah ini.” 

Read more…

#jogja

October 8, 2012 1 comment

Oh Jogja ulang tahun ya? Kota dimana aku pertama kali ketemu … ah sudahlah 😀

Jogja ki… ndeso!

Orang bilang english gue medhok lan ndeso. Tapi kalo gue ke Jogja, english gue jadi yang paling cang cing cung!

Jogja, kota dimana orang kaya bermobil harus “terpaksa” punya motor biar bisa kemana2.

Read more…

Categories: Seni dan budaya
LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya