Home > Ekonomi > #MeaCulpaEconomica

#MeaCulpaEconomica

Malam tweeps, kali ini saya pengen share sedikit presentasi Prof Iwan Jaya Azis pada konferensi i4 lalu. Lirik @littlegaluh@bmartawardaya

Presentasi beliau berjudul “Mengecilnya Relevansi Bbrp Teori & Konsep Ekonomi: Mea-Culpa”. Dlm bhs latin mea culpa berarti kesalahan saya.

Dlm “pengakuan dosa” ini Prof IJA membeberkan dg singkat sejumlah konsep/teori ekon yg makin tdk relevan tp masih sering diajarkan di univ.

Ada 8 hal yg dijabarkan, yg sayangnya (IMHO) semuanya berbau “makro”. Mulai dr international trade hingga business cycle.

Oke, berikut pengakuan dosa yg pertama: perdagangan internasional sering mengasumsikan constant return to scale, padahal faktanya tdk.

Teori comparative advantage-nya David Ricardo tdk berlaku disini, krn skrg Jepang (padat modal) trnyata impor mesin dr India (padat labor).

Konsekuensi kebijakan: pemerintah mesti mendorong industri yg punya return to scale naik, misal creative industry seperti fashion.

Pengakuan dosa kedua: terjadi balance sheet effect akibat maturity mismatch (utang jangka pendek utk biayai proyek jangka panjang).

Menurut teori, depresiasi kurs -> agregat demand naik. Namun saat krisis (local currency melemah) sektor swasta terjerat utang -> bangkrut.

Kok bisa? Krn jg terjadi currency mismatch (pinjam dlm $ tp invest yg returnnya Rp). Walhasil bangkrutlah dia saat depresiasi/devaluasi.

Coba @istibhu & @ad13nug bandingkan dg teori IS-LM yg kmrn dibahas. Bayangkan kurva kurs-output tdk berslope positif tp backward bending.

Pengakuan dosa ketiga: ekspansi fiskal blm tentu menyebabkan crowding out. Pemerintah tdk perlu takut swasta bakal keluar dr Indo krn…

…krn banyak duit tersedia di pasar global, dia bisa masuk ke negara manapun asal punya prospek cerah.

Pengakuan dosa keempat: teori siklus bisnis terlalu menekankan pd sisi agregat demand dan sering menganggap agregat suply itu stabil.

Padahal ada peran teknologi yg kini sangat pesat yg bisa membuat kurva AS berubah drastis. Prof IJA jg menunjukkan riset Kydland/Prescott…

…yg menunjukkan bahwa variasi output disebabkan oleh input labor (faktor produksi penentu agregat suply). Skak mat!

Ralat: “variasi output banyak disebabkan oleh variasi dlm penggunaan input tenaga kerja/labor”

Pengakuan dosa kelima: teori moneter bilang utk menaikkan kredit mesti menurunkan suku bunga (agar “harga” uang murah). Fakta: non sense!

Umumnya bank melihat rasio antara aset yg berisiko dg aset yg kurang berisiko. Bank jg melihat kondisi si calon peminjam, dia akan prefer…

…peminjam yg risiko ngemplangnya rendah. Jd walau suku bunga rendah tp kl masyarakatnya dianggap ga bs bayar utang ya kredit tetap rendah.

Pengakuan dosa keenam: terkait balance sheet effect td, sampe skrg ekonom msh blm bs mendeteksi bubble. IT bubble, mortgage bubble, dll…

…baru bisa dianalisis usai bubble itu meletus, tp mereka selalu gagal memprediksi terjadinya bubble tsb.

Pengakuan dosa ketujuh: investment tdk sama dg saving! Financial engineering memungkinkan invest non-konvensional yg memberi return tinggi.

Akibatnya banyak uang berputar di sektor keuangan saja, shg disparitas pendapatan kaya-miskin makin lebar -> sektor produktif jd seret.

Pengakuan dosa kedelapan (terakhir): distribusi pndapatan, pertumbuhan, & kemiskinan sifatnya endogen. Contoh: output turun -> harga turun..

…harga turun -> garis kemiskinan turun (garis kemiskinan ditentukan oleh barang & harga barang) -> pendptn turun. Muter dan endogen!

Jadi kebijakan makro yg sifatnya eksogen mesti memperhatikan ketiga faktor tadi, krn semuanya bersifat endogen dan saling mempengaruhi.

Demikian 8 pengakuan dosa yg dipresent Prof IJA pd Desember lalu. Menarik tp agak kurang lengkap menurut saya.

Beliau misalnya tdk menyinggung pentingnya peran institusi dlm perekonomian, padahal a working institution is a prerequisite of ANY policy.

Studi ekonomi mikro jg kurang disentuh: bgmn perilaku individu dan bereaksi thd insentif/punishment, apakah individu2 ini bs diagregasi?

Namun demikian, dlm penutupnya beliau dg besar hati mengakui bahwa ekonom mesti kerja bareng sosiolog & psikolog dlm menganalisis isu2 ekon.

Sosiologi bs membantu memahami bagaimana masyarakat bereaksi thd kebijakan pemerintah, psikologi bs membantu menjelaskan perilaku individu.

Demikian sedikit bahasan mea culpa economica dr Prof Iwan Jaya Azis yg kini jd salah satu petinggi di ADB, semoga bermanfaat.

Oya, beliau bbrp kali mengungkit soal animal spirit. Mungkin bung @dar_dra & @dhanie1 bisa memberi pencerahan krn mereka punya buku ttg ini.

Bukunya karangan George Akerlof dan Robert Shiller, judulnya Animal Spirit (lupa sub-titlenya apa).

 

Advertisements
Categories: Ekonomi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

LPDP VIC

it's between me and my thought

TwistedSifter

The Best of the visual Web, sifted, sorted and summarized

BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

MankyDaily

it's between me and my thought

The Yosodihardjo's Story Page

A Life Journal of Lelaki Jawa

Silva's journal of life

life - passion - motherhood - food & cooking

Subsymphonika's Blog

You Can't Stop A Story Being Told

hotradero

it's between me and my thought

Multiply Motulz

Used To Posted in Multiply

the journal

"I dont want to live in a hand-me-down world of others experiences. I want to write about me, my discoveries, my fears, my feelings, about me"

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

INSAN BERBAGI

it's between me and my thought

Reading Mas-Colell

it's between me and my thought

New Economic Perspectives

it's between me and my thought

mainly macro

it's between me and my thought

Stochastic Trend

it's between me and my thought

Retas

Tentang bahasa dan pemanfaatannya

%d bloggers like this: